Jumat, 25 Oktober 2013

Motivasi dan Keterlibatan (bab 4)



MOTIVASI DAN KETERLIBATAN

A.  Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.
Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

B.  Dinamika Proses Motivasi

Kebutuhan yang diaktifkan akhirnya menjadi diekspresikan dalam perilaku dan pembelian dan konsumsi dalam bentuk dua jenis manfaat yang diharapkan, yaitu manfaat utilitarian, dan manfaat hedonik / pengalaman.

Manfaat utilitarian merupakan atribut produk fungsional yang objektif. Manfaat hedoik, sebaliknya, mencakupi respons emosional, kesenangan panca indera, mimpi, dan pertimbangan estetis (Hirschman & Holbrook, 1982). Kriteria yang digunakan sewaktu mempertimbangkan manfaat hedonik bersifat subjektif dan simbolik, berpusat pada pengertian akan produk atau jasa demi pengertian itu sendiri terlepas dari pertimbangan yang lebih objektif. Kedua manfaat menjadi diekspresikan sebagai kriteria evaluatif yang digunakan di dalam proses pertimbangn dan penyeleksian alternatif terbaik.

Keterlibatan (relevansi yang disadari atau kecocokan) adalah faktor penting dalam mengerti motivasi. Keterlibatan mengacu pada tingkat relevansi yang disadari dalam tindakan pembelian dan konsumsi. Bila keterlibatan tinggi, ada motivasi untuk memperolrh dan mengolah informasi dan kemungkinan yang jauh lebih besar dari pemecahan masalah yang diperluas.

Terdapat dua jenis keterlibatan:
 (1). Langgeng (ada sepanjang waktu karena peningkatan konsep diri), dan
 (2). Situasional (keterlibatan sementara yang distimulasikan oleh resiko yang disadari, tekanan konformitas, atau pertimbangan lain).

C. Tujuan Motivasi Konsumen
 1. Meningkatkan Kepuasan
2. Mempertahankan loyalitas
 3. Efisiensi
 4. Efektivitas
5. Mencipta suatu hubungan yang harmonis antara produsen dengan konsumen.

D.  Strategi yang Digunakan Untuk Melacak Kepuasan Konsumen
1. Suara konsumen
2. Survei kepuasan pelanggan
3. Belanja acak
 4. Analisa kehilangan pelanggan

E.  Asas Motivasi
Asas motivasi haruslah dapat meningkatkan produktivitas pembelian dan memberikan kepuasan kepada konsumen.
 • Asas Mengikutsertakan
• Asas komunikasi
 • Asas pengakuan
• Asas wewenang yang didelegasikan
• Asas perhatian timbale balik

F. Kebutuhan dan Tujuan dalam Konteks Perilaku Konsumen

Kebutuhan konsumen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. fisiologis. Dasar-dasar kelangsungan hidup, termasuk rasa lapar, haus dan kebutuhan hidup lainnya.
2. keamanan. Berkenaan dengan kelangsungan hidup fisik dan keamanan
3. afiliasi dan pemilikan. Kebutuhan untuk diterima oleh orang lain, menjadi orang penting bagi mereka.
4. prestasi. Keinginan dasar akan keberhasilan dalam memenuhi tujuan pribadi
5. kekuasaaan. Keinginan untuk emndapat kendali atas nasib sendiri dan juga nasib orang lain
6. ekspresi diri. Kebutuhan mengembangkan kebebasan dalam ekspresi diri dipandang penting oleh orang lain.
7. urutan dan pengertian. Keinginan untuk mencapai aktualisasi diri melalui pengetahuan, pengertian, sistematisasi dan pembangunan system lain.
8. pencarian variasi. Pemeliharaan tingkat kegairahan fisiologis dan stimulasi yang dipilih kerap diekspresikan sebagai pencarian variasi
9. atribusi sebab-akibat. Estimasi atau atribusi sebab-akibat dari kejadian dan tindakan.

G.  Klasifikasi Motif
 Bicara tentang motif itu tidak ada habisnya, seiring dengan perkembangan zaman, banyak muncul motif-motif baru sehingga motif banyak sekali macamnya, motif diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, motif primer dan motif sekunder, motif intrinsik dan motif ekstrinsik, motif mendekat dan motif menjauh, motif sadar dan motif tak sadar, motif biogenetis, sosiogenetis, dan teogenetis.
Motif primer dan motif sekunder, motif primer yaitu motif yang bergantung pada keadaan organik individu, terjadi jika dilatar belakangi oleh proses fisiokemis di dalam tubuh individu. Motif sekunder sebaliknya lebih cenderung pada hal-hal di luar tubuh/ berdasarkan pengalaman.
Motif intrinsik yaitu dorongan yang timbul dari diri sendiri, atas kesadaran sendiri dan motif ekstrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar, berupa rangsangan dari luar yang mendorong seseorang agar punya keinginan melakukan suatu hal tertentu.
Motif mendekat dan motif menjauh, motif mendekat yaitu motif yang bila bereaksi terhadap stimulus yang datang bersifat mendekati stimulus, sedangkan motif menjauh terjadi bila respons terhadap stimulus yang datang sifatnya menghindari stimulus. Stimulus yang menimbulkan respons mendekat disebut stimulus positif, sedangkan stimulus yang menimbulkan respons menjauh disebut stimulus negatif. Misalnya anak yang telah mengikuti pengajian, biasanya cenderung ngin mengamalkan apa yang diperolehnya. Kalau motif menjauh contohnya anak yang telah mendapat penyuluhan tentang bahaya rokok, maka ia cenderung menghindari merokokkarena telah tahu dampaknya.

Motif sadar dan motif tak sadar, yang disebut motif tak sadar yaitu dorongan yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja dorongan itu muncul begitu saja dan kita tidak tahu alasannya. Misal, seorang anak yang tengah bersepeda di jalan, ada anak lain yang bersepeda mendahuluinya, secara tidak sadar anak tersebut berusaha mengejar untuk menduduki posisi depan lagi, padahal itu buka sebuah pertandingan. Sedangkan motif sadar motif yang muncul dan kita tahu alasannya mengapa kita ingin melakukan suatu hal tersebut. Contoh dari motif ini yaitu seorang siswa yang hendak melaksanakan ulangan, mereka belajar dengan keras agar besok bisa mengerjakan ulangan dengan mudah dan bisa memperoleh nilai terbaik.
Motif biogenetis, motif sosiogenetis, dan motif teogenetis, motif biogenesis merupakan motif yang berasal dari kebutuhan organisme demi kelanjutan kehidupannya secara biologis, bercorak universal dan kurang terikatpada lingkungan kebudayaan tempat manusi tersebut kebetulan berkembang dan berada. Motif sosiogenetis adalah motif yang dipelajari orang dan berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang itu berada dan berkembang. Sedangkan, motif teogenetis berasal dari interaksi antara manusia dan Tuhan, seperti yang nyata dalam ibadah dan dalam kehidupannya sehari – hari saat ia berusaha merealisasikan norma – norma agama tertentu.

H.  Hirarki Kebutuhan Maslow

Interpretasi dari Hirarki Kebutuhan Maslow yang direpresentasikan dalam bentuk piramida dengan kebutuhan yang lebih mendasar ada di bagian paling bawah
Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri).  Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Kebutuhan fisiologis atau dasar
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
  4. Kebutuhan untuk dihargai
  5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri
Maslow menyebut empat kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis sampai kebutuhan harga diri dengan sebutan homeostatis.mudian berhenti dengan sendirinya.
Maslow memperluas cakupan prinsip homeostatik ini kepada kebutuhan-kebutuhan tadi, seperti rasa aman, cinta dan harga diri yang biasanya tidak kita kaitkan dengan prinsip tersebut. Maslow menganggap kebutuhan-kebutuhan defisit tadi sebagai kebutuhan untuk bertahan.Cinta dan kasih sayang pun sebenarnya memperjelas kebutuhan ini sudah ada sejak lahir persis sama dengan insting.

I.     Keterlibatan

Keterlibatan adalah tingkat kepentingan pribadi yang dirasakan dan atau minat yang dibangkitkan oleh stimulus di dalam situasi spesifik hingga jangkauan kehadirannya, konsumen bertindak dengan sengaja untuk meminimumkan resiko dan mamaksimumkan manfaat yang diperoleh dari pembelian dan pemakaian.
Keterlibatan mengacu pada persepsi konsumen tentang pentingnya arau relevansi personal suatu objek, kejadian, atau aktivitas. Konsumen yang melihat bahwa produk yang memiliki konsekuensi relevan secara pribadi dikatakan telibat dengan produk dan memiliki hubungan dengan produk tersebut.
J.    Fokus Keterlibatan
Beberapa konsumen terlniat dengan kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran seperti mengumpulkan kupon diskon, belanja pakaian, mencari harga terendah, atau tawar menawar dengan penjual. Adalah penting bahwa pemasar dengan jelas mengidentifikasikan focus keterlibatan konsumen. Pemasar perlu mengetahui dengan cepat apa yang disebut sebagai relevan secara pribadi oleh konsumen : produk / merek, objek, perilaku, kejadian, situasi, lingkungan, atau beberapa bahkan semua hal diatas. Karena sebagian besar pemasar tertarik dengan keterlibatan konsumen dengan produk dan merek.
K.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan
• Relevansi – Pribadi Intrinsik Mengacu pada pengetahuan arti akhir konsumen yang disimpan dalam ingatan. Konsumen mendapatkan pengetahuan arti-akhir ini melalui pengalaman masa lalu mereka terhadap suatu produk. Pada saat menggunakan suatu produk, konsumen belajar bahwa cirri produk tertentu memilikii konsekuensi yang dapat membantu mencapai tujuan dan nilai yang penting.
 • Relevansi Pribadi Situasional Ditentukan oleh aspek lingkungan fisik dan social yang ada disekitar kita yang dengan segera mengaktifkan konsekuensi dan nilai penting, sehingga membuat produk dan merek yang terlihat secara pribadi dan relevan.





Referensi: