Jumat, 22 November 2013

SIKAP KONSUMEN



DEFINISI SIKAP KONSUMEN

Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli terbentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk, informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro wijoyo(2005), Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten.

FUNGSI-FUNGSI SIKAP

Daniel Kazt mengklasifikasikan empat  fungsi sikap yaitu :
1.     Fungsi Utilitarian
2.     Fungsi Ekspresi Nilai
3.     Fungsi Mempertahankan Ego
4.     Fungsi Pengetahuan

KOMPONEN ATAU STRUKTUR SIKAP

Menurut Mar’at (1984):
1. Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, konsep

·        persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu
2. Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang

·        menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi
3. Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku

·        ”kecenderungan” : belum berperilaku
- Interaksi antara komponen sikap:
·        seharusnya membentuk pola sikap yang seragam ketika dihadapkan pada obejk sikap.
·        Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidakselarasan 􀃆 akibat: terjadi perubahan sikap

PERAN SIKAP DALAM PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN

Pengukuran sikap konsumen bagi pemasaran merupakan hal yang sangat penting. Dengan mengetahui sikap, pemasar dapat mengidentifikasi segmen manfaat, mengembangkan produk baru dan memformulasikan serta evaluasi strategi promosional. Sikap konsumen terhadap suatu produk dapat bervariasi bergantung pada apa yang menjadi orientasi. Berkenaan dengan sikap, pemasar diharapkan mengidentifikasi segmen konsumen berdasarkan manfaat produk yang diinginkan oleh konsumen. Pengembangan produk dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui sikap konsumen. Mengukur sikap konsumen bisa dilakukan dengan cara menyebarkan kuisoner kepada kelompok konsumen sasaran yang sebelumnya telah diidentifikasi. Dengan adanya kuisoner dapat mengukur sikap konsumen, tetapi tidak hanya berhenti sampai disitu saja, sikap konsumen perlu terus menerus dipantau agar produk yang dikembangkan  benar-benar memenuhi keinginan konsumen. Sikap konsumen merupakan hal yang sangat penting  dalam pengembangan strategi promosi. Dengan mengikuti apa yang diinginkan konsumen akan memudahkan bagi pihak promosi untuk membuat iklan yang menarik perhatian.

HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN TINGKAH LAKU, ADA 4 TEORI:

1.     Reason action model theory (Ajzen dan Fishben, 1980 & 1991). Menurut teori ini, tingkah laku individu dapat diramalkan dari tujuan tingkah laku yang terbentuk dari: attidute towards the behavior (sejauh mana indiovidu menilai positif atau negative dari konsekuensi tingkah laku tertentu) dan norma subyektif sejauh mana ia percaya bahwa significant others menyetujui atau menolak tingkah laku tersebut. Contoh: saya akan melakukan tingkah laku tertentu kalau tingkah laku tersebut berdampak positif pada saya dan orang lain menyukai/menyetujui tingkah laku saya tersebut.
2.     Planned behavior theory, hampir sama dengan Reason action model theory hanya saja menambahkan 1 elemen lain yaitu: persepsi akan kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Intense akan menentukan tingkah laku ditampilkan atau tidak.
3.     Attitude to behavior process model (Fazio, 1994), beberapa kejadian dapat mengaktifkan pengetahuan tentang norma social dan sikap sehingga keduanya akan membentuk definisi kita tentang situasi (persepsi) yang akan menentukan tingkah laku yang ditampilkan. Contoh: ketika melihat kecelakaan lalu lintas di jalan, norma social Susi mengenai tolong-menolong (yang diajarkan sejak kecil) mendorong Susi untuk menolong korban kecelakaan itu.
4.     Balance Theory dan Cognitive Dissonance Theory (Festinger), menurut teori ini tingkah laku dapat mempengaruhi sikap dan sebaliknya sikap dapat mempengaruhi tingkah laku. Perubahan dapat terjadi bila tidak ada konsistensi antara sikap dan tingkah laku. Dalam teori ini, kita sering menyadari ada hal-hal yang tidak sejalan dengan diri kita yang membuat diri kita tidak nyaman (dissonance) untuk itu kita berusaha membuatnya balance lagi melalui dua pilihan: mengubah sikap atau mengubah perilaku. Bila ada situasi yang menekan atau menuntut keseragaman, tingkah laku akan merubah sikap dan bila ada situasi yang tidak menekan, sikap akan merubah tingkah laku. Contoh sikap merubah tingkah laku: Susi mencintai Boby dan mau berpacaran dengannya, tapi karena mengetahui bahwa Boby itu perokok dan Susi tidak menyukai rokok maka Susi tidak jadi berpacaran dengan Boby. Contoh tingkah laku mempengaruhi sikap: Istri yang tidak suka bola, tapi karena sering menemani suami menonnton bola, si istri tersebut jadi suka bola.

MEMPREDIKSI PERILAKU DENGAN SIKAP                   

Terdapat enam faktor yang mempengaruhi kemampuan sikap dalam memprediksi perilaku, antara lain:
1.     Tingkat Keterlibatan Konsumen
2.     Pengukuran sikap
3.     Pengaruh orang lain
4.     Faktor situasional
5.     Pengaruh merek lain
6.     Kekuatan sikap

MODEL PERUBAHAN KEPERCAYAAN, SIKAP DAN PERILAKU

Setelah mempelajari hal diatas maka selanjutnya pemasar harus dapat mengetahui model perubahan kepercayaan,sikap dan perilaku,dimana dalam model ini Proses perubahan di mulai dengan pesan /komunikasi dengan maksdu membujuk.Pemprosesan informasi pesan kemudian terjadi.Pada titik ini Proses perubahan tgerjadi melalui jalur yang berbeda yaitu:


Jalur pengambilan keputusan
·         Proses Perubaha Sikap Berdasarkan Elaboration Likelihood Model,
·         Model Multiatribut, dan
·         Model Reasoned Action atau Model Behavioral Intentions.
Jalur eksperiental
·         Balance Theory,
·         Mempengaruhi sikap dengan teori pertimbangan sosial.).
Jalur Pengaruh perilaku
·         Mempelajari pengaruh Behaviorial).



Referensi:

Jumat, 15 November 2013

Pembelajaran Konsumen

   

A.   Pengertian Pembelajaran
            Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri. Konsep tersebut adalah teoretis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati.
B.    Teori Pembelajaran
1.      TEORI BELAJAR HUMANISTIK

            Abraham Maslow dan Carl Rogers termasuk kedalam tokoh kunci humanisme. Tujuan    utama dari humanisme dapat dijabarkan sebagai perkembangan dari aktualisasi diri manusia automomous. Dalam humanisme, belajar adalah proses yang berpusat pada pelajar dan dipersonalisasikan, dan peran pendidik adalah sebagai seorang fasilitator.
Afeksi dan kebutuhan kognitif adalah kuncinya, dan goalnya adalah untuk membangun manusia yang dapat mengaktualisasikan diri dalam lingkungan yang kooperatif dan suportif. Dijelaskan juga bahwa pada hakekatnya setiap manusia adalah unik, memiliki potensi individual dan dorongan internal untuk berkembang dan menentukan perilakunya. Kerana itu dalam kaitannya maka setiap diri manusia adalah bebas dan memiliki kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang mencapai aktualisasi diri.
2.      TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
            Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.
3.      TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL
Teori Perilaku (Bandura)
            Konsep motivasi belajar berkaitan erat dengan prinsip bahwa perilaku yang memperoleh penguatan(reinforcement) di masa lalu lebih memiliki kemungkinan diulang dibandingkan dengan perilaku yang tidak memperoleh penguatan atau perilaku yang terkena hukuman (punishment). Dalam kenyataannya, daripada membahas konsep motivasi belajar, penganut teori perilaku lebih memfokuskan pada seberapa jauh siswatelah belajar untuk mengerjakan pekerjaan sekolah dalam rangka mendapatkan hasil yang diinginkan (Bandura, 1986 dan Wielkeiwicks, 1995).
             4.  TEORI BELAJAR KOGNITIF
AUSUBEL : TEORI BELAJAR BERMAKNA
            Ausubel berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna. Sama seperti Bruner dan Gagne, Ausubel beranggapan bahwa aktivitas belajar siswa, terutama mereka yang berada di tingkat pendidikan dasar- akan bermanfaat kalau mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan langsung. Namun untuk siswa pada tingkat pendidikan lebih tinggi, maka kegiatan langsung akan menyita banyak waktu. Untuk mereka, menurut Ausubel, lebih efektif kalau guru menggunakan penjelasan, peta konsep, demonstrasi, diagram, dan ilustrasi

C.     Ilustrasi Teori Pembelajaran
·         Ilustrasi dari classical conditioning(membiasakan)
-          Pavlov àeksperimen terhadap anjing
-          Membiasakan sesuatu kepada konsumen sehingga ada stimulus

·         Ilustrasi dari instrumental conditioning(belajar dari kesalahan)
-          Jika suatu stimulus yang diberikan mendapat respon negative atas pengalamannya dimasa lalu maka konsumen tidak akan menerima stimulus tersebut untuk masa akan datang (belajar dari kesalahan)
·         Ilustrasi dari cognitive learning
-          konsumen berprilaku menyelesaikan masalah
-          Masalah tersebut diselesaikan dengan cara mencari informasi berbagai produk  yang  mungkin menyelesaikan masalah yang di hadapi.
·         Ilustrasi pembelajaran pasif
-          penerapannya pada media sebagai sarana memasang iklan  (produk dengan tingkat keterlibatan rendah.
-          Sebaiknya iklan menampilkan sisi lain tidak bersifat informasional tetapi berupa symbol-simbol dan penimbulan kesan dalam penyampaian pesan terhadap konsumen.

D.    Relevansi Pengaruh Perilaku dan Cognitive Learning pada Pemasaran

             Pendekatan perilaku mungkin akan sangat cocok untuk kondisi yang aktivitas kognitifnya (pengenalan masalah, pencarian informasi yang ekstensif, evaluasi alternatif, mengambil keputusan dan mengevaluais keputusan pembelian) adalah minimal. Pendekatan perilaku akan cocok untuk konsumen yang tidak begitu terlibat dalam pembelian produk. Mungkin mereka akan merasa membuang-buang waktu untuk mencari infomasi yang berhubungan dengan pembelian pasta gigi, sabun mandi, dan lain-lain.

E.     Loyalitas Konsumen

            Loyalitas konsumen merupakan suatu  komitmen yang tinggi untuk membeli kembali suatu produk atau jasa yang disukai di masa mendatang, disamping pengaruh situasi dan usaha pemasar  dalam merubah perilaku. Dengan kata lain konsumen akan setia  untuk melakukan pembelian ulang secara terus-menerus(Oliver dalam Taylor, Celuch, dan Goodwin, 1999:218)
Menurut Sutisna (2001: 41) Loyalitas konsumen dapat  dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu loyalitas merek (brand loyalty) dan loyalitas toko (store loyalty).
Tjiptono (2002:85) mengemukakan enam indikator yang bisa digunakan untuk mengukur loyalitas konsumen yaitu :
                   1.     Pembelian ulang
2.    Kebiasaan mengkonsumsi merek tersebut
3.    Selalu menyukai merek tersebut
4.    Tetap memilih merek tersebut
5.    Yakin bahwa merek tersebut yang terbaik
6.    Merekomendasikan merek tersebut pada orang lain.

F.     Pembelajaran Vicarious

             Pembelajaran Vicarious (Pencontohan) menyangkut pembelajaran melalui observasi, yang memadukan aspek – aspek dari teori pembelajaran kognitif dan perilaku. Pembelajaran Vicarious merujuk pada suatu proses yang berusaha mengubah perilaku dengan meminta individu mengamati tindakan orang lain.
Sumber :

Jumat, 08 November 2013

Autobiografi Nurul Annisa

Biodata
Nama: Nurul Annisa
Tempat /tanggal lahir  : Jakarta, 9 Juli 1993
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Profesi: Mahasiswa

Sekilas tentang saya,
Haii nama saya nurul annisa..saya lahir di Jakarta tanggal 9 Juli 1993. Saya orangnya pendiem atau bisa dibilang ga banyak omong. Tapi kalau dirumah bisa dibilang bawel. Tapi banyak yang bilang saya pendiem. Tapi kalau udah akrab saya orangnya asik dan lucu. Saya ga terlalu suka yang namanya tantangan atau ikut organisasi karena menurut saya cuma bikin ribet aja. Saya juga orang sederhana ga macem-macem. Saya ga terlalu suka yang namanya jalan-jalan tetapi lebih suka dirumah. Saya pecinta makanan pedas makanan favourite saya bakso,mie ayam, dan nasi goreng semua masakan ibu saya. Saya juga bisa masak. Saya diajarkan oleh ibu saya sejak usia 15 tahun karena ibu saya sedang sakit jadi saya harus bisa masak untuk membantu ibu saya dan banyak yang bilang masakan saya enak.

Saya merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakak saya yang pertama perempuan sudah bekerja dan kakak saya yang kedua laki-laki juga sudah bekerja. Tetapi blum ada yang menikah. Ibu saya asli dari magelang sedangkan bapak saya asli dari klaten. Jadi saya asli orang jawa. Saya lahir dari keluarga yang sederhana. Ibu saya menjadi ibu rumah tangga, sedangkan bapak saya sekarang sudah pensiun tetapi saat ini membantu usaha milik saudara saya. Orang tua saya sangat memprioritaskan pendidikan sehingga dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai sarjana termasuk saya..aminn. Saya merupakan pindahan dari Jakarta sekarang tinggal di bekasi karena kuliah saya yang deket rumah yaitu di daerah kalimalang. itu sedikit tentang keluarga saya.

Riwayat Pendidikan
Tahun 1997-1998, TK Anggrek
Tahun 1999-2004, SDN Kemanggisan 06 Pagi
Tahun 2005-2007, SMPN 88 Jakarta
Tahun 2008-2010, SMAN 16 Jakarta
Tahun 2011-sekarang, Universitas Gunadarma

Pada tahun 1997 saya masuk ke Tk Anggrek yang letaknya deket dengan rumah saya yang dulu yaitu Jakarta Barat. Di sana saya mempunyai banya teman. Temen2 saya sangat baik sekali disana sampai ada yang sampai sekarang menjadi sahabat karena dari Tk sampai SMA kita selalu bersama-sama. Pada saat saya masih TK saya sering mengikuti lomba menari dan saya selalu menang. Saya sudah mendapatkan 2 piala lomba menari karena keahlian saya menari pada waktu TK. Saya juga pernah mendapat juara menggambar pada saat itu. Guru-guru disana juga sangat baik. Ada salah satu guru disana yang sampai sekarang masih ingat saya dan jika bertemu pasti menanyai kabar saya dan jika bertemu dengan ibu saya pasti dia menitip salam untuk saya. Memang selama saya Tk dia selalu membantu saya saat mengerjakan sesuatu. Pokoknya dia adalah guru terbaik buat saya. Waktu saya SD kelas satu saya mendapat peringkat pertama dan itu rasanya senang sekali dan membuat orangtua saya bangga juga  tapi makin lama peringkat saya menurun karena hasilnya juga menurun. Saya juga tidak tahu apa alesannya tapi saya tetap semangat dan terus berusaha.

Saat saya lulus TK saya mendaftar ke  Sekolah Dasar negeri yg  juga deket  dengan rumah saya yaitu SDN kemanggisan 06 pagi dimana saya langsung diterima tanpa ada test terlebih dahulu karena jaman dahulu blum ada test masuk untuk SD. Disana saya mempunyai banyak pengalaman. Saya mengikuti ekstrakulikuler paskibra. Dulu saya sangat senang sekali mengikuti paskibra. Dan pada saat upacara sering menjadi pengibarnya. Saya juga mengikuti lomba paskibra tetapi sayangnya tidak menang. Tapi pada saat saya mengikuti latihan paskibra di tengah lapangan sekolah saya pernah tiba2 mendadak pusing dan ingin pingsan. Untungnya guru saya baik dan saya dibolehkan untuk istirahat. Waktu SD saya juga mengikuti ekstrakulikuler kesenian. Saya pernah menjadi paduan suara pada saat upacara. Kadang menyanyi kadang menggunakan alat music seperti suling. Disana saya belajar cara menggunakan suling. Saya sangat pandai menggunakan suling tetapi sekarang sudah lupa karena  tidak pernah lagi menggunakannya. Saya juga pernah mengikuti kegiatan pramuka tetapi saya tidak pernah mengikuti persami karena tidak diperbolehkan oleh orangtua. Padahal sebenernya ingin sekali mengikutinya karena pasti disana saya mendapat banyak pengalaman dan saya bisa belajar mandiri.

Saat saya lulus SD saya ingin masuk ke SMP negeri akhirnya saya berhasil walaupun SMP bukan peringkat pertama di Jakarta. Karena sama aja itu ga begitu penting buat saya .yang terpenting adalah keahlian dalam menagkap pelajaran dan bisa memperoleh hasil yang baik maka kita akan berhasil. Disana guru-gurunya sangat tegas. Bahkan saya pernah hampir ingin menangis gara-gara saya tidak bisa menjawab soal karena saya belum mengerti. Semua murid takut dengannya karena sikapnya sangat tegas dalam mengajar. Disana juga ada peraturan jika anak cowo berambut panjang akan dicukur oleh seorang guru. Bahkan kuku yang panjang saja diperiksa olehnya. Pada saat saya pernah mengikuti PMR tetapi tidak pernah ikut kegiatannya dan akhirnya saya keluar dan saya memutuskan untuk focus ke pelajaran supaya mendapat hasil yang baik. Saat saya kelas 3 SMP orangtua saya menyarankan saya untuk mengikuti les dan akhirnya saya mengikuti les di Nurul Fikri. Dan ternyata usaha saya belajar dari pagi sampai malem tidak sia-sia. Saya lulus dan mendapat nilai yang cukup bagus.

Saat saya lulus SMP saya berlanjut ke SMA negeri yang lumayan jauh dari rumah saya. Biasanya saya naik ojek untuk kesananya atau dianter oleh kakak saya. Banyak yang bilang SMA itu adalah masa-masa yang tidak akan terlupakan. Dan itu benar sekali. Dimana disana saya mendapatkan sahabat-sahabat yang baik sekali. Dan sampai sekarang kita masih bertemu walaupun sangat sulit untuk mengatur waktunya. Disana juga teman-teman sekelas saya baik-baik. Cowonya juga asik-asik walaupun ada yang nyebelin. Pada saat saya ingin naik ke kelas dua saya ingin sekali masuk jurusan IPA karena keinginan orangtua saya dan keinginan saya sendiri juga dan juga kakak-kakak saya jurusan IPA semua jadi keinginan itu makin kuat. Saya sudah berusaha tetapi ternyata saya masuk IPS. Saya merasa sangat sedih karena menurut saya nilai IPA saya tidak ada yang jelek. Tapi lama-lama terbiasa dan bisa ikhlas dan ternyata anak IPS itu enak-enak dan baik-baik juga. Sama seperti SMP saya pernah ikut ekstrakulikuler kesenian tetapi tidak lama hanya bentar karena menurut saya kesenian itu jarang sekali mengikuti kegiatan-kegiatan dan tidak ada yang menarik jadi membuat saya malas untuk mengikutinya. Saat ujian praktek bahasa Indonesia, saya dan teman-teman disuruh untuk membuat drama dan harus ditampilkan untuk pengambilan nilai. Tetapi hasilnya ternyata tidak sesuai dengan keinginan kami. Padahal kami sudah rajin latihan tetapi guru kami tetap menganggap jika drama kami jelek. Saat kelas 3 saya mulai focus untuk UN. Tetapi kali ini saya tidak megikuti les. Saya lebih memilih belajar dirumah sendiri. Tetapi walaupun begitu pada akhirnya sayapun lulus dengan nilai yang lumayan bagus. Dan saya merasa sangat puas dengan nilai itu karena itu merupakan hasil saya sendiri.

Setelah lulus dari SMA saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri tetapi ternyata gagal. Saya sudah ikut SNMPTN dan jalur undangan tapi tetap saja gagal. Dan akhirnya mau ga mau saya masuk ke perguruan tinggi swasta yaitu Gunadarma. Saya masuk Gunadarma karena keinginan orangtua saya jika saya tidak masuk ke PTN karena kakak saya yang laki-laki juga kuliah di Gunadarma Depok jurusan teknik elektro dan sekarang sudah lulus. Saya memilih fakultas ekonomi karena saya jurusan IPS . di fakultas ekonomi saya memilih jurusan manajemen karena awalnya menurut saya manajemen itu pelajarannya mudah dibanding akuntansi tetapi ternyata susah juga dan ruang lingkupnya pun luas. Sekarang saya sudah semester 5.  Rasanya baru kemaren saya masuk ke Gunadarma tapi bentar lagi saya sudah harus menghadapi PI dan skripsi. Saya belum mempunyai bayangan apa yang harus saya kerjakan. Tapi saya yakin saya bisa dan saya akan berusaha semampu saya supaya mendapat hasil yang baik, lulus dengan hasil yang memuaskan dan akan membuat orangtua saya bangga oleh saya..amin


Demikian autobiografi tentang saya..terimakasihh..